Home Startup Apakah Kita Cocok Menjadi Founder Startup? Ukur Dirimu dengan 6 Hal Ini

Apakah Kita Cocok Menjadi Founder Startup? Ukur Dirimu dengan 6 Hal Ini

362
0

Dulu pilihan bagi para perintis usaha di antara dua, usaha kecil dan menengah (UKM) atau langsung mendirikan usaha besar. Beda keduanya lebih pada soal modal. Bagi yang tidak memiliki modal besar akan memilih UKM, sedang yang beruntung dengan modal besarnya akan memilih langsung usaha besar.

Lalu dalam perkembangannya muncul model rintisan bisnis baru yang disebut startup. Munculnya startup yang beriringan dengan kemajuan teknologi informasi ini menjadi jalan tengah di antara UKM dan usaha besar.

Tidak perlu memiliki modal besar untuk mendirikan usaha besar, itulah jargon startup. Yang terpenting kamu memiliki ide brilian dalam menciptakan bisnis model. Dengan ide tersebut dan didukung kemampuan manajerialmu, para venture capital akan berdatangan untuk berinvestasi di startup-mu.

Kalimat di atas mungkin mudah untuk dikatakan, tapi pada kenyataanya tidak sesedarhana itu. Banyak faktor yang mungkin akan mempengaruhi perjalanan startup. Maka jika kamu memilih menjadi founder startup, harus serius dan jangan setengah-setengah.

Tanda keseriusan pertama kamu adalah mengukur seberapa cocok dirimu sebagai founder startup. Tanpa mengenali dirimu tak mungkin memenangkan persaingan usaha. Seperti kata Sun Tzu, “Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kenali medan tempurmu, dan kau akan memenangi seribu pertempuran.”

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat menjadi ukuran seberapa cocok diri kita unutk menjadi founder startup.

Visi Usaha

Apa visi kita dalam mendirikan startup? Jika hanya sekedar untuk survive atau untuk mencukupi kebutuhan ekonomi saja maka tidak cocok dengan startup. Lebih baik mendirikan UKM saja atau bahkan menjadi karyawan juga sudah bisa untuk survive.

Visi bagi para founder startup adalah selalu menjadi yang pertama, terbaik, terdepan, dan menjadi pemenang dalam kompetisi bisnis. Jadi yang pertama soal ide dan bisnis model, juga pertama dalam inovasi. Produk dan kinerjanya juga harus yang terbaik agar selalu terdepan dalam kompetisi. Hasil akhirnya adalah menjadi pemenang dengan valuasi tinggi unicorn.

Bahkan bukan hanya soal uang dan valuasi saja, beberapa founder startup juga memegang kunci kemajuan dunia melalui terobosan teknologi. Maka visi besar untuk turut merubah dunia menjadi lebih baik harusnya juga dimiliki founder startup.

Kreatifitas dan Jaringan

SDM dalam tubuh startup adalah orang-orang kreatif yang berkumpul untuk menghasilkan karya. Maka seorang founder haruslah orang yang punya kreatifitasnya yang tinggi pula agar dapat memimpin kumpulan orang kreatif.

Bukan hanya pada sisi manajerial dan leadership, kamu juga harus punya kemampuan berpikir futuristik. Meramalkan kondisi masa depan sehingga bisa mengarahkan startup ke pencapaian terbaik, pertumbuhan yang cepat dan valuasi yang tinggi.

Jejaring juga penting dimiliki seorang founder, karena startup banyak dipengaruhi eksternal dan ekosistemnya. Misal dalam menggaet investor dan menjalin kemitraan yang saling menguntungkan.

Kepemimpinan, kreatifitas, dan jaringan ini juga akan menjadi catatan utama bagi para venture capital. Tentu saja mereka tidak akan berinvestasi terhadap startup tanpa melihat profil dari founder-nya.

Pendapatan yang Diinginkan

Seperti apa bentuk pendapatan yang kamu inginkan? Kalau menginginkan gaji atau profit maka jangan menjadi founder startup, lebih baik menjadi karyawan atau pemilik UKM.

Founder tidak ideal untuk menerima gaji walaupun sebenarnya bisa saja diadakan. Founder juga jangan mengharapkan profit dari startup, karena modal dan pendapatan usaha akan selalu “dibakar” (burn rate) untuk memacu pertumbuhan.

Siap-siap saja berpuasa untuk waktu lama karena kamu tak akan mendapat apa-apa dari startup-mu. Hingga saat waktunya tiba dengan nilai valuasi yang sesuai harapan dan limit kita, maka kamu akan menerima milyaran rupiah dari penjualan saham milikmu.

Penguasaan Teknologi Informasi

Apakah kamu ingin menjadi founder startup? Jika iya maka wajib hukumnya menguasai atau minimal memahami secara dalam tentang teknologi informasi. Bisa dibilang slogan startup yakni, growth and growth bisa terlaksana karena kencangnya arus teknologi informasi.

Apapun bisnis modelnya, apa itu jasa, perdagangan, atau penciptaan teknologi, semuanya bertumpu pada teknologi informasi untuk menumbuhkan usertraffic, dan transaksi. Tidak hanya itu, investasi juga terkadang datang karena kita berhasil branding di dunia teknologi informasi.

Kontinuitas Usaha

Apakah kamu tipe pengusaha yang ingin terus mempertahankan usaha yang telah dibangun atau bahkan sampai diwariskan? Pemikiran seperti itu tidak cocok dengan cara berpikir founder startup.

Sedari awal founder sudah menargetkan limit, kapan startup akan dilepas (exit strategy). Jika valuasi sudah mencapai target, founder akan melepas kepemilikannya untuk mendapatkan keuntungan besar. Sesudahnya founder akan memilih bertahan atau merintis startup yang baru.

Jadi kontinuitas (keberlanjutan) founder bukan pada satu jenis startupnya, tapi kepada ide baru dan perkembangan teknologi. Maka tidak ada passion bidang usaha tertentu bagi founder, misalnya hanya menyukai transportasi atau fashion. Passion dari founder hanyalah menemukan bisnis model baru dan menumbuhkannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here