Home Travel & Wisata Sejarah Monumen Palagan Ambarawa Penuh Kenangan

Sejarah Monumen Palagan Ambarawa Penuh Kenangan

688
0

Monumen Palagan Ambarawa – merupakan bangunan monumen yang di jadikan simbol untuk mengenang pertempuran sengit yang terjadi di Ambarawa pada tanggal 12 Desember – 15 Desember 1945. Kali ini saya akan mengulas sedikit history atau sejarah tentang “Monumen Palagan Ambarawa”, dan tempat tersebut mungkin sudah di kenal banyak orang dan sudah banyak di kunjungi oleh para wisatawan dari berbagai daerah maupun luar daerah.

Yang membuat saya tertarik berkunjung ke tempat ini adalah sejarahnya dari Monumen dan Museum nya yaitu “Museum Palagan Ambarawa”. Museum tersebut menyimpan benda benda yang di gunakan oleh para tentara Jepang, Belanda, maupun Indonesia pada masa itu.

Monumen Palagan Ambarawa terletak di Jln.Mgr.Soegipranoto, Kota Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.Tempat wisata ini merupakan salah satu tempat wisata sejarah di Semarang tepatnya di kota Ambarawa. Tempat wisata ini juga tidak jauh dari Secang, Bandungan, Bawen, Temanggung, Magelang, dan Muntilan. Biaya masuk museum palagan ambarawa hanya Rp 5.000,- per orang.

Untuk pertama saya akan mengulas tentang “Monumen Palagan Ambarawa”.

Monumen Palagan Ambarawa – merupakan simbol untuk mengenang pertempuran sengit pada tanggal 12 Desember – 15 Desember 1945 di Ambarawa. Pada masa itu tentara sekutu di boncengi pasukan NICA yang berusaha membebaskan tentara Belanda dan bertujuan untuk di jadikan tawanan perang sehingga peristiwa Palagan Ambarawa semakin meruncing. Kemudian tentara sekutu mempersenjatai kembali tentara Belanda dan terjadilah perlawanan besar antara tentara sekutu dengan tentara Belanda di daerah Muntilan. Selain itu pasukan tentara sekutu juga berusaha melucuti Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Indonesia.

Para TKR resimen Magelang yang di pimpin oleh Kolonel Soedirman atau yang biasa kita kenal dengan nama Jenderal Soedirman akhirnya pun menggempur tentara sekutu. Setelah pasukan sekutu sudah terdesak kalah dan lari ke Ambarawa. Pasukan Indonesia kehilangan salah satu perwira pada peperangan sengit tersebut yaitu “Letkol Isdiman” yang pada masa itu merupakan perwira terbaik yang di miliki Kolonel Soedirman.

Gugurnya Letkol Isdiman pada peristiwa Palagan Ambarawa tersebut membuat Kolonel Soedirman murka, kemudian beliau pun turun sendiri ke dalam peperangan demi memimpin pasukan Indonesia untuk melawan dan mengusir sekutu. Peperangan terjadi kembali pada tanggal 12 Desember 1945 Pasukan Indonesia dengan mengerahkan semua pasukannya begitu juga dengan tentara sekutu. Dalam peperangan sengit tersebut TKR Indonesia yang di pimpin oleh Kolonel Soedirman akhirnya berhasil mengalahkan tentara sekutu pada tanggal 15 Desember 1945. Sehingga di saat ini dan setiap tanggal 15 Desember 1945 di peringati sebagai hari “Infanteri”. 

Monumen Palagan Ambarawa ini di dirikan pada tahun 1973 dan telah di resmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 15 Desember 1974. Bangunan tersebut juga terdapat relief relief yang menggambarkan tentang sejarah singkat pertempuran yang terjadi di Ambarawa dan relief tersebut terletak di bagian bawah monumen.

Untuk yang kedua saya akan mengulas tentang ” Museum Palagan Ambarawa”.

Museum Palagan Ambarawa (Museum Isdiman) – merupakan tempat mengenang gugurnya Letkol Isdiman yang di abadikan sejarahnya karena di dalam museum tersebut banyak berbagai peninggalan alat tempur yang di gunakan Tentara Jepang dan Tentara Belanda untuk bertempur. Anda dapat melihatnya langsung di museum ini. Di museum ini para pengunjung juga dapat melihat langsung seragam yang di pakai oleh Tentara Jepang, Tentara Belanda maupun seragam Tentara Indonesia yang di pakai pada masa itu. Serta senjata senjata perang Tentara Jepang, Tentara Belanda maupun senjata perang Tentara Indonesia yang seadanya. Di tempat ini juga terdapat Helm Baja, Bom Molotov, Bambu Runcing dan benda benda lainnya.

Di luar museum para pengunjung dapat melihat langsung benda benda bersejarah lainnya seperti Tank Kuno, Truck, Mobil Angkut, Pesawat Mustang P-15, dan Kereta Api dengan lokomotif kuno buatan Jerman tahun 1902. Selain museum yang paling menarik adalah para pengunjung dapat melihat langsung pesawat “Mustang P-15″(Cocor Merah), Pesawat Mustang P-15 letaknya di sebelah monumen. Pesawat berawak satu ini merupakan pesawat pemburu yang memiliki roket delapan buah dan bom dua buah. Pesawat ini di buat oleh Amerika dan di pakai oleh Tentara Belanda dalam peperangan untuk melawan dan menghancurkan TKR Indonesia. Pesawat tersebut akhirnya berhasil di tambak jatuh oleh pasukan TKR Indonesia dan pesawat tenggelam ke dalam “Rawa Pening”. 

Selain benda benda di sekitar museum dan monumen Palagan Ambarawa juga memiliki taman yang indah dan menarik juga unik. Sekeliling tugu di hiasi air mancur yang menawan dan pagarnya di hiasi lampu yang unik. Anda dapat melihat langsung air mancur dan lampu hias yang menyala indah pada sore hari menjelang petang hingga malam hari.

Buat anda yang suka wisata bersejarah, yuk… berkunjung ke “Museum dan Monumen Palagan Ambarawa. Selain mendapatkan pengetahuan tentang sejarahnya anda juga bisa berfoto foto sambil menikmati keindahan alamnya yang eksotis dan kotanya yang sejuk.

Demikian ulasan informasi tentang sejarah singkat ” Museum dan Monumen Palagan Ambarawa “. Semoga anda berminat dan tertarik untuk berkunjung ke tempat wisata tersebut. Sempatkan diri anda sejenak untuk mengenang perjuangan para rakyat di bawah pimpinan Kolonel Soedirman yang mengusir penjaga dengan alat seadanya pada masa itu. Semua itu dapat anda saksikan Cerita dan Sejarahnya di “Museum dan Monumen Palagan Ambarawa”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here